Dalam kebuntuan, aku berharap adanya jalan. Jalan untuk kembali ke tempat yang ku sebut, "rumah". Aku hanya sudah lelah berjalan sendiri, tapi mungkin juga bukan hanya lelah berjalan, melainkan aku lelah untuk takut. Takut akan kesendirian. Aku ingin kembali ke tempat itu, merasakan dekapan hangat ibuku. Aku ingin kembali ke tempat itu, merasakan kecupan manis ibuku. Aku merindukan sosok ibu, di tempat yang pernah ku sebut, "rumah".
This is not about perfect words. It is about honest ones. A reflective writing space for those who think too much, feel deeply, and are learning to make peace with both.