Aku ini manusia terkutuk. Hidup ini adalah kutukanku. Aku benci, aku kutuk. Aku tak benci hidupku. Hidupku memang untuk mengutuk. Karena hidup pantas dikutuk. Kutuk mengutuk, iwak kuthuk . Hidup tak segurih iwak kuthuk . Ada yang menasehati, katanya: "Daripada mengutuk, jadilah terang." Terang terus terang gundulnya. Aku kutuk dia jadi terang. Karena tanpa aku kutuk, dirinya hanya jadi iwak kuthuk .
This is not about perfect words. It is about honest ones. A reflective writing space for those who think too much, feel deeply, and are learning to make peace with both.