Aku baru bangun dari zona nyamanku. Membuka mata dan hatiku untuk seseorang. Aku baru beranjak dari mimpi indahku. Menyakinkan diri ini untuk mencintai seseorang. Aku tak pernah tahu apa yang telah kita lalui bersama, hingga akhirnya aku menaruh hati ini seperti dogma. Aku pun heran bagaimana bisa perasaan ini merasuki atma, kita dulu hampir tak pernah bercengkerama. Setelah sekian lama tak menulis, akhirnya aku bisa menulis berahi. Aku tak mau menjadi fatalis, kalau tentangmu saja Tuhan masih aku ajak kelahi.
This is not about perfect words. It is about honest ones. A reflective writing space for those who think too much, feel deeply, and are learning to make peace with both.