Skip to main content

Posts

Musafir Kafir

Kata mereka, Tuhan tak boleh dipertanyakan. Lalu, kenapa Tuhan tak langsung kasih mati aku? Kata mereka, Tuhan adalah keabsolutan. Lalu, kenapa Tuhan sering memberiku kemungkinan? Mereka selalu bilang aku kafir, katanya, mempertanyakan berarti tak percaya. Mereka selalu bilang tak seagama itu kafir, katanya, agama mereka yang paling benar. Akulah sang musafir kafir, yang pikirannya selalu bepergian mempertanyakan Tuhan. Akulah sang musafir kafir, yang bangga menggunakan otak dari Tuhannya hingga dipanggil kafir.

Pendidikan Anarkisme; Menanggapi Pendidikan Demokratis Radikal Ben Laksana

Setelah membaca tulisan Ben Laksana mengenai pendidikan demokratis di Indoprogress , saya ingin menanggapinya dengan kedangkalan berpikir saya mengenai pendidikan. Namun sebelum menanggapi tulisan tersebut, saya ingin mengeluarkan uneg-uneg sebagai prolog tulisan ini. Bila memang benar demokrasi merupakan sistem bernegara yang paling ideal, mengapa justru permasalahan negara-negara demokrasi semakin rumit setiap harinya? Apakah kegagalan negara-negara tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan pemerintahnya menerapkan demokrasi? atau apakah demokrasi hanyalah sebuah omong kosong penguasa untuk melegitimasi kekuasaannya secara terselubung (dengan adanya pemilu, penguasa akan selalu mengklaim kekuasaannya berasal dari rakyat)? Buat saya, demokrasi memang hanyalah sebuah omong kosong, tidak realistis untuk diperjuangkan, bukan soal utopis atau tidaknya, tapi lebih pada kesesatan logika berpikirnya. Secara etimologi dan terminologi, bukankah demokrasi berarti pemerintahan rakyat? Namun secara...

Kenapa Hidup ....., Jika Mati .....

Jika mati bisa dianggap suatu keberuntungan, kenapa kita susah melihat keberuntungan hidup? Jika kematian saja bisa disyukuri, kenapa dalam kehidupan kita sering mengeluh? Jika kepastian mati harus dilalui berani, kenapa ketidakpastian hidup kita isi ketakutan? Kenapa kita masih hidup sampai sekarang, jika kita tak bisa menikmati proses menuju mati?

Pertemuan Manunggaling Kawula Gusti

Aku memberkatimu, kamu memberkatiku. Kita semua memiliki berkat saling bertemu. Aku dalam kamu, dan kamu ada dalamku. Pada akhirnya tak ada lagi aku dan kamu. Satu pikiran, satu rasa dan satu-kesatuan. Tak ada lagi kawula, tak ada lagi Gusti. Manunggaling, kesatuan dan keesaan. Penyatuan bukanlah penyamaan dengan Gusti. Bahwa Gusti bisa menjadi aku dan kamu, namun tetap aku dan kamu tak bisa jadi Gusti. Dan ketika Gusti telah tetapkan kita bertemu, maka dalammu telah kutemukan pula Gusti .

Kesucian

Kesucian, apa itu kesucian? Kenapa kalian bilang keperawanan itu suci? Bagaimana bisa lubang pipis kalian bilang suci? Jika itu suci, berarti pipis adalah air suci? Kenapa tidak minum sekalian biar kalian suci? Jika tak perawan dianggap tak suci lagi, kenapa surga ada di bawah kaki ibu yang tak perawan? Dan kenapa harus selalu perempuan yang kalian cibir soal keperawanan? Bagaimana dengan laki-laki yang tak perjaka? Apakah hanya karena banyak nabi laki-laki, lalu kalian anggap mereka tetap suci meski tak perjaka? Padahal di bawah kaki laki-laki tak ada surga, meski dia masih perjaka.

Pelampiasan

Ingin kupeluk erat dirimu sebagai pelampiasan, atas rasa rindu yang telah membendung lama. Ingin kucium bibirmu sebagai pelampiasan, atas rasa nafsu yang telah memuncak lama. Ingin kujadikan dirimu sebagai pelampiasan, atas rasa cinta pada sebagian diriku yang ada padamu.

Perihal Cahaya

C antikmu adalah bagian dari cahaya ilahi A nggunmu seperti gunung berapi yang disegani H atimu seteguh berlian yang berkilauan A ku yang mencintaimu dalam diam membisu Y akini bahwa cahaya itu akan menyinariku lagi A ku hanya akan terus jalan menuju cahayaku