Bagi sebagian orang, belajar filsafat itu menyusahkan diri sendiri. Terus terang, aku tidak tahu kenapa sampai bisa menjadi anggapan yang sesu ASU sekali, apakah mungkin karena filsafat itu memang terlalu sulit untuk dipahami atau malah karena filsafat itu sudah dijadikan komoditas (barang dagangan utama) ilmu khusus untuk akademisi –yang menganggap dirinya—pintar yang selalu menggunakan istilah-istilah sulitnya?
This is not about perfect words. It is about honest ones. A reflective writing space for those who think too much, feel deeply, and are learning to make peace with both.