Skip to main content

Perihal Syukur

Mensyukurimu seperti kaktus di padang gurun
Oasis yang selalu rimbu di tengah ketandusan
Namamu seperti oksigen yang kuhirup tiap saat 
Ibarat samudera yang takkan habis mengering
Cinta ini akan aku syukuri dalam tiap doaku
Agar apapun yang menanti takkan ada sesal

Popular posts from this blog

Pendidikan Anarkisme; Menanggapi Pendidikan Demokratis Radikal Ben Laksana

Setelah membaca tulisan Ben Laksana mengenai pendidikan demokratis di Indoprogress , saya ingin menanggapinya dengan kedangkalan berpikir saya mengenai pendidikan. Namun sebelum menanggapi tulisan tersebut, saya ingin mengeluarkan uneg-uneg sebagai prolog tulisan ini. Bila memang benar demokrasi merupakan sistem bernegara yang paling ideal, mengapa justru permasalahan negara-negara demokrasi semakin rumit setiap harinya? Apakah kegagalan negara-negara tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan pemerintahnya menerapkan demokrasi? atau apakah demokrasi hanyalah sebuah omong kosong penguasa untuk melegitimasi kekuasaannya secara terselubung (dengan adanya pemilu, penguasa akan selalu mengklaim kekuasaannya berasal dari rakyat)? Buat saya, demokrasi memang hanyalah sebuah omong kosong, tidak realistis untuk diperjuangkan, bukan soal utopis atau tidaknya, tapi lebih pada kesesatan logika berpikirnya. Secara etimologi dan terminologi, bukankah demokrasi berarti pemerintahan rakyat? Namun secara...

Musafir Kafir

Kata mereka, Tuhan tak boleh dipertanyakan. Lalu, kenapa Tuhan tak langsung kasih mati aku? Kata mereka, Tuhan adalah keabsolutan. Lalu, kenapa Tuhan sering memberiku kemungkinan? Mereka selalu bilang aku kafir, katanya, mempertanyakan berarti tak percaya. Mereka selalu bilang tak seagama itu kafir, katanya, agama mereka yang paling benar. Akulah sang musafir kafir, yang pikirannya selalu bepergian mempertanyakan Tuhan. Akulah sang musafir kafir, yang bangga menggunakan otak dari Tuhannya hingga dipanggil kafir.

Psikologi, Psyche dan Eros

“Psikologi yang merupakan ilmu mempelajari jiwa manusia, sepertinya memerlukan pertanyaan-pertanyaan kritis dan menggugat lewat wacana filsafat.” Begitulah pernyataan seorang Audifax dalam bukunya yang berjudul, Filsafat Psikologi –Audifax sendiri adalah seorang peneliti di SMART Human Research & Psychological Development, Surabaya. Kenapa dia memberikan pernyataan demikian? Apa gunanya pertanyaan-pertanyaan filosofis itu bagi kita – terutama pelajar psikologi? Kenapa harus dengan filsafat? Apakah ada hubungannya dengan psikologi itu sendiri? Apa itu filsafat? Apa itu psikologi? Psikologi dikenal oleh khalayak melalui Fakultas Psikologi yang sudah (dan masih) berdiri sekarang. Psikologi dianggap masih tergolong sebagai ilmu kemarin sore –baru dianggap sebagai salah satu ilmu pengetahuan ketika Wilhem Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama di dunia pada tahun 1879. Meski begitu, sebenarnya psikologi sendiri sudah menjadi banyak pemikiran orang-orang jaman dulu, se...