Skip to main content

When Silence Teaches More Than Noise

serene sunrise by the lake

Everyone talks about success.
Few talk about the cost.

The nights you outgrow your old dreams.
The mornings that feel heavier than yesterday.
The quiet moments where no one is watching—
except you.

I used to chase noise.
Deadlines. Applause. Validation.
I thought speed meant progress
and movement meant direction.

I was wrong.

Growth does not announce itself.
It whispers.
It waits until you are tired enough
to finally listen.

Some lessons arrive as losses.
Some answers come dressed as delays.
And some doors stay closed
not to punish you,
but to protect who you are becoming.

There is strength in slowing down.
Power in choosing clarity over chaos.
Freedom in admitting
you don’t need to be everywhere
to be enough.

You are allowed to change your mind.
You are allowed to redefine success.
You are allowed to become
someone your past self
would not recognize.

Time is not your enemy.
It is your editor—
cutting what no longer fits,
refining what truly matters.

And one day,
you will look back at the silence
that once scared you
and realize:

It wasn’t empty.
It was preparing you.

Popular posts from this blog

Pendidikan Anarkisme; Menanggapi Pendidikan Demokratis Radikal Ben Laksana

Setelah membaca tulisan Ben Laksana mengenai pendidikan demokratis di Indoprogress , saya ingin menanggapinya dengan kedangkalan berpikir saya mengenai pendidikan. Namun sebelum menanggapi tulisan tersebut, saya ingin mengeluarkan uneg-uneg sebagai prolog tulisan ini. Bila memang benar demokrasi merupakan sistem bernegara yang paling ideal, mengapa justru permasalahan negara-negara demokrasi semakin rumit setiap harinya? Apakah kegagalan negara-negara tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan pemerintahnya menerapkan demokrasi? atau apakah demokrasi hanyalah sebuah omong kosong penguasa untuk melegitimasi kekuasaannya secara terselubung (dengan adanya pemilu, penguasa akan selalu mengklaim kekuasaannya berasal dari rakyat)? Buat saya, demokrasi memang hanyalah sebuah omong kosong, tidak realistis untuk diperjuangkan, bukan soal utopis atau tidaknya, tapi lebih pada kesesatan logika berpikirnya. Secara etimologi dan terminologi, bukankah demokrasi berarti pemerintahan rakyat? Namun secara...

Kenapa Hidup ....., Jika Mati .....

Jika mati bisa dianggap suatu keberuntungan, kenapa kita susah melihat keberuntungan hidup? Jika kematian saja bisa disyukuri, kenapa dalam kehidupan kita sering mengeluh? Jika kepastian mati harus dilalui berani, kenapa ketidakpastian hidup kita isi ketakutan? Kenapa kita masih hidup sampai sekarang, jika kita tak bisa menikmati proses menuju mati?

Pelampiasan

Ingin kupeluk erat dirimu sebagai pelampiasan, atas rasa rindu yang telah membendung lama. Ingin kucium bibirmu sebagai pelampiasan, atas rasa nafsu yang telah memuncak lama. Ingin kujadikan dirimu sebagai pelampiasan, atas rasa cinta pada sebagian diriku yang ada padamu.